Cahaya mungkin memang tak selamanya indah. Terutama pada kisah nyata rumah kontrakan berhantu ini pasnem alami saat PKL (Praktek Kerja Lapangan) di Garuda Indonesia, Tangerang. Tepatnya saat masih SMK dulu.. Karena sekolahnya di jogja tentu di tangerang pasnem ngontrak bersama 9 orang teman lainnya. Jadi semuanya 10 orang diambil dari peringkat 1 hingga 10 terbaik di sekolah kami. Terdiri dari 8 orang laki - laki serta 2 orang perempuan.

3 Years of Blogging Giveaway Penghuni 60

Di awal PKL, kami ngontrak disebuah rumah bekas tempat kakak kelas kami yang sudah kerja di Garuda Indonesia sebagai mekanik. Dengan alasan katanya mau pindah kost, dan karena masih beberapa hari sisanya jadi sengaja kakak kelas kami memberikan tempat tersebut sampai kami menemukan sebuah rumah kontrakan yang cocok. Begitu ungkapnya kepada kami semua..

Kami akan melaksanakan PKL selama 60 hari atau 2 bulan. Jadi butuh tempat yang setidaknya nyaman dan luas untuk ukuran penghuni 10 orang. Keesokan harinya selepas pulang dari tempat PKL di bandara soekarno hatta, kami membagi tugas di sore itu untuk mencari info rumah yang di kontrakan. Tentunya berharap dapat dengan harga miring alias murah. (maklum otak anak rantau.Hahaha)

Hari pertama pencarian info gagal, semuanya mahal. Rata - rata sewa rumah minta harga 4 juta rupiah selama 2 bulan. Wah dana kami semua mepet.. Kemudian hari kedua barulah kami menemukan rumah yang cocok dengan kriteria kami semua yaitu luas, air lancar dengan water pump,lantainya keramik, harga murah ( cuma 800rb 2 bulan. Gila gak tuh? ) , kamar 2 buah plus pintu memiliki kunci karena 2 teman perempuan kami harus tidur di kamar yang memiliki kunci. (Entar kalo gak ada kuncinya bisa lain ceritanya.Hahaha)

Ternyata rumah itu milik salah seorang pilot maskapai penerbangan indonesia, dan istrinya sudah meninggal. (katanya seorang guru TK, kemudian karena mertua pilot tersebut kebetulan seorang haji dan juragan kontrakan. Maka ia dan anaknya tinggal dirumah mertuanya, jadi rumah itu tak pernah ditempati semenjak istrinya meninggal. Begitu cerita dari tetangga di kampung rawa rotan tersebut)

Kamipun akhirnya pindah menempati rumah tersebut, bahkan kami dapat bonus kompor gas (gasnya beli sendiri), kipas angin, tv, sofa, dan lemari 1 buah. (asik banget pokoknya..)

Di minggu pertama kami menempati rumah tersebut, kami mendapati kejadian aneh salah satunya lemari yang khusus kami gunakan untuk menyimpan baju seragam tiba - tiba tidak dapat dibuka. Dari jam 6 sampai jam 7 pagi kami berusaha membukanya, karena baju seragam memang khusus kami tempatkan disitu agar tersimpan rapi. Hingga akhirnya saat lemari terbuka, bau harum bunga semerbak menyelimuti seisi ruangan bagai di taman cinta.

Kejadian berikutnya setiap malam disebuah ruangan yang di jadikan gudang sering terdengar seperti suara tikus berlarian dan benda - benda terdengar berjatuhan tidak karuan. Namun setelah kami intip dari ventilasi, tidak ada satupun benda jatuh. Bahkan vas bunga yang ada di dalam gudang tersebut tidak bergeser sedikitpun. Ada 1 buah komputer juga di dalam gudang tersebut terbungkus kain putih. Lampunya ruangan tersebut tidak ada, di siang hari saja bila mencoba mengintip dari ventilasi hanya tampak samar - samar semua yang ada di gudang itu.

Tetapi ada 1 foto wanita terpajang dengan bingkai ukuran 20 R yang seperti tampak bersinar. Rambutnya panjang, cantik seperti keturunan chinese. Saat foto tersebut terkena cahaya, semakin menyeramkan. Kamipun sering bertanya - tanya foto siapa itu?

Kejadian dikamar mandipun tak kalah menyeramkan, keran air dikamar mandi sering terbuka sendiri. Dan kami sering saling tuduh karena dikira tidak menutup keran air selesai mandi atau selesai buang air.

Sebulan berlalu rumah tersebut semakin menakutkan, teman kami yang perempuan bernama esti melihat jemari tangan jalan di rak piring dapur. Dan menjatuhkan sebuah piring plastik. Jemari tangan yang dilihatnya tanpa lengan maupun badan.. (mungkin jemari tangan tersebut yang selalu kami dengarkan berbunyi di gudang, memang tampak seperti tikus berlari)

sejak saat itu 2 teman perempuan kami tidak mau tinggal di kontrakan itu lagi. Dengan alasan ketakutan mereka berdua memilih tinggal di rumah sodara mereka di jakarta. Walaupun harus jauh setiap hari PKL menuju ke tangerang, mereka berdua bersikukuh pindah. Wah gak setia kawan banget ya.. Huft.. (!-_-)

Beberapa teman laki - laki juga memilih tinggal dirumah saudara mereka di jakarta. Yang tersisa hanyalah 6 orang, yaitu andika, radit, deri, septi, rian (kebetulan masih sodara pasnem nih, tepatnya keponakan..) dan pasnem sendiri.

1 minggu sebelum masa PKL kami selesai, inilah puncak teror rumah berhantu tersebut. Hari itu adalah malam kamis, dan seperti biasanya pasnem dan septi main dengan anak kampung tersebut di saung (gubuk tempat nongkrong). Kami berdua memang paling mudah bergaul dan memiliki banyak kenalan anak kampung tersebut. (tak terkecuali ceweknya.hahaha)

Tiba - tiba saat pasnem sedang asik di saung kira - kira pukul 23.00 si septi lewat. Eh kagak pulang lo? Sekarang kan malam kamis.. (Begitu ucapnya sambil terus berjalan cepat ke gang arah kontrakan kami dan seakan menghilang di kegelapan)

pasnempun tersadar dengan ucapan septi tadi, memang kampung tersebut terkenal dengan cerita setan kredit (yang di film kan oleh dono, kasino dan indro WARKOP DKI). Dikampung itu bahkan ada TPU (Tempat Pemakaman Umum) tempat kuburan massal korban kebakaran Mall Lippo Karawaci Tangerang.

Nah anehnya katanya malam kamis setan kredit tersebut katanya sering menganggu warga sekitar yang pulang tengah malam. Teringat dari cerita warga sekitar, 15 menit setelah septi tadi mengajak pulang pasnempun segera beranjak pulang ke kontrakan. Kira - kira jam stengah 12 malam pasnem sampai di kontrakan dan langsung terbaring di lantai mendengarkan radio elshinta dengan rian.

Septi sudah mengambil posisi tidur di sofa ruang tamu sambil membelakangi jendela kaca besar di ruang tamu tersebut. Lampu ruang tamu sudah dimatikan, sedangkan ruang tengah tempat pasnem dan rian asik mendengarkan radio masih terang benderang. Tampak lirih sesekali septi masih menyanyikan lagu yang terdengar diradio. Sehingga menandakan bahwa ia masih terjaga dari tidurnya.

Tak lama kemudian pasnem ingat saat itu pukul 00.05 (memang sebelumnya sempat liat jam dinding) si septi memanggil..

Septi : eh dengar gak? ada suara?

Rian : (mengecilkan suara radio)

Pasnem : suara apaan sep?

Tak lama kemudian kami bertiga terdiam mencoba mendengarkan, sedangkan radit, andika dan deri sudah ngorok di kamar.

Septi : nah dengar kan? (sambil setengah membangunkan badannya di sofa dan terduduk)

Pasnem : apanya yang bunyi? (sambil terus berusaha mendengarkan)

Kemudian terdengarlah suara orang seperti mengetuk pintu dengan kasar sebanyak 3 kali.. Dok... Dokkk.. Dokkkkkk..

Pasnem : (karena merasa penasaran dengan suara tersebut dari ruang tengah beranjak menoleh ke arah pintu, tetapi justru pasnem melihat sesosok wanita berambut panjang dengan mata gelap, dan berbaju putih di bawah lampu teras kontrakan kami.. Sontak pasnem teriak...)

Pasnem : Kuntilaaaaanaakkkkkk... Sambil lompat ke arah rian di ruang tengah..

Hi..Hi...Hi...Hi..Hi.. Langsung seketika sosok wanita tersebut tertawa cekikikan gak karuan..

Septi : (Aaaa..Greeed..Greed.. Terdengar septi justru teriak sambil sibuk menarik sofa yang ditidurinya ke arah ruang tengah)

Suara kuntilanak itupun hilang, namun masih menyisakan ketakutan diantara kami bertiga. Tampak andika terbangun mendengar suara teriakan kami..

Andika : Ada apa put???

Septi : kuntilanak di jendela teras dik...

Andika : mana sudah tidak ada.. (sambil menoleh ke arah teras dari ruang tengah)

Deri dan raditpun ikut terbangun.. Deri menyodorkan air minum ke arah kami.. Belum selesai kami minum, lalu terdengar dari atap rumah kontrakan kami seperti ada benda jatuh gede banget suaranya... DuaaaaarrrRRR.. Kayak meteor yang mungkin sebesar kulkas.. Namun suaranya hanya sekali saja, harusnya bila ada benda jatuh di seng akan menggelinding dan bunyinya tentu berulang kali..

Dengan wajah ketakutan yang masih menyelimuti kami berlima, kamipun membawa senter keluar rumah melalui pintu dapur untuk mengetahui benda apa yang jatuh tadi..

Belum sempat kami melihatnya justru deri berteriak sambil menunjuk ke bawah pohon sukun... POOOOCOONGGGGGG.. (pontang panting kami berlarian melewati pintu dapur ke dalam rumah)

Yang membuat bulu kuduk pasnem merinding adalah saat kami berlarian ketakutan, justru terdengar suara kuntilanaknya semakin cekikikan dan seakan semakin membuat kaki ini lemas untuk melangkah.

Pasnem dan septi memutuskan memanggil orang - orang kampung. Dan mereka berdatangan beserta tokoh agama di kampung tersebut. Saat suara kuntilanak semakin keras terdengar justru langsung menghilang di iringi bau wangi bunga seperti saat kejadian pintu lemari terkunci sebelumnya.

Dari kejadian itulah baru kami ketahui bahwa istri pemilik rumah kontrakan yang kami tempati meninggal akibat di racun. Dan sebab kematiannya adalah cinta segitiga. Diceritakan ada seorang wanita yang menyukai suaminya, dan katanya sama - sama berprofesi sebagai guru taman kanak - kanak. Mungkin akibat kecemburuan dan perselingkuhan yang terbongkar. Akhirnya diapun dibunuh dengan cara diracun, malang sekali nasibnya.. (begitu cerita para warga menjelaskan kepada kami setelah kejadian malam itu)

Yang yang semakin membuat merinding ternyata foto yang di gudang itu adalah fotonya. Dan juga persis seperti sosok wanita yang menakuti kami malam itu.

Pasnem gak bisa tidur malam itu dan ngungsi tidur di masjid, wajah kuntilanak itu masih terus menghantui. Untungnya 3 hari berikutnya adalah hari minggu dimana masa PKL kami berakhir dan pulang ke jogja. Asikkkk...

Tetapi 2 malam sebelumnya tentu sobat bisa tebak, mana mungkin kami berani tidur dirumah kontrakan itu.Hahaha ya betul, deri, rian, andika, dan radit tidur di masjid. Sedangkan pasnem tidur di tempat anak - anak kampung nongkrong, kalo si septi tidur di kost nya kakak tingkat di kampung sebelah.

Pengalaman ini mungkin adalah salah satu pengalaman pasnem yang menyeramkan. Serta paling heboh karena tampak seperti dalam sebuah film. Setelah pasnem lulus bahkan pasnem balik lagi ke sana loh beberapa kali menemui teman pasnem, tentunya tidak tidur di rumah kontrakan berhantu itu lagi. Hohoho.. Sumpah deh.. Trauma ama suaranya mbak kunti..

Dan pengalaman ini akan pasnem ingat selamanya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam 3 Years of Blogging Giveaway yang diselenggarakan oleh Penghuni 60

29 komentar:

  1. huft..
    gila ya pasnem bener-bener pengalama yang menegangkan. saya yg membacanya jadi ikut merinding.. ihh !

    BalasHapus
  2. asyiiik, seru nih. saya jadi pengin ikutan GA ini juga..

    BalasHapus
  3. @hary gak lagi - lagi deh, harus teliti milih rumah kontrakan..

    BalasHapus
  4. @zach ayo ikut juga biar seru,hehehe kalo cuma aku yang ikut tar jadi pemenang tunggal :D

    BalasHapus
  5. jgnkan elu,gw yg baca aja takut ngebayanginnya.ajib dah pengalamannya gan.

    BalasHapus
  6. @ojoy tapi gak pingsan kan? Hehe

    BalasHapus
  7. kak pasnem.. gila serem amat ya..
    udah pernah ketemu kunti?? udah pernah ketemu pocong?? :(

    septi itu cewe ya apa cowok sih :D
    . terus skrg kontrakan itu sepi ya.. serem bgt hew.

    BalasHapus
  8. syaratnya msh kurang 2 lg sob.. aku msh beri wkt 24 jam, segera perbaiki apa yg kurang.. tolong pelajari lg persyaratannya...

    ceritanya udh bgs bgt..ditunggu revisinya!
    :D

    BalasHapus
  9. jin wentira masa kalah sama kuntilanak kontrakan
    Wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  10. wah, kamu emang jago ya sob utak atik kalimat.
    ^_^)b
    Setelah saya cek dan ricek, saya memutuskan:

    _____________________________________

    "KAMU TERDAFTAR SOB!!"

    Selamat.Terima kasih atas apresiasinya... :)

    BalasHapus
  11. @tia gak tau skrg kontrakannya,tp masih katanya temenku yg dsna

    BalasHapus
  12. @mbak_ely makasih mbak..

    BalasHapus
  13. @setyawan ampun deh kalo denger mbak kunti ketawa,kagak nahan..pengen pingsan.kakaka

    BalasHapus
  14. @penghuni60 aku jadi pemenang tunggal dong gan? Hehehe

    BalasHapus
  15. Wah kuntilanak sama pocong mau reuni tuh hehe...good luck GA-nya sob

    BalasHapus
  16. :s beruntungnya saya tidak mengalami kejadian ini..

    anyway, semoga bang pasnem berentung yaa di giveawaynya :D

    BalasHapus
  17. @muroi bukan reuni tp kerjasama.hehehe

    BalasHapus
  18. allooowwww....masbro ikut ngeramein GA mimi doong :-D

    BalasHapus
  19. @mimi pake foto sih, aku gak suka foto..coba GA nya posting aja. Pasti ikut hehehe

    BalasHapus
  20. kali aja mau ikutan liat.hahaha

    BalasHapus
  21. Semoga menang gan dengan giveaway dari penghuni60

    BalasHapus

Bila kalian menyukai artikel ini silahkan tinggalkan komentar.terima kasih atas kunjungannya.

 
Top